Rabu, 05 Juni 2013

Agama Romawi Kuno


Sejarah romawi
Menurut legenda kota roma didirikan oleh dua orang kakak beradik yakni romulus dan remus yang sejak lahir di buang ke sungai tiber oleh Amulius, tapi beruntung karena mereka diselamatkan dandirawat oleh serigala betina, kemudian mereka mendirikan kota roma, kemudian mereka bertikai yang akhirnya menyebabkan remus terbunuh, kemudian romulus menjadi raja. Dalam catatan sejarah roma memiliki beberapa raja yang sangat berpengaruh, raja-raja tersebut yakni:
1.  Romulus
 Romulus adalah raja pertama sekaligus pendiri Roma.Romulus mendirikan Roma di atas bukit Palatine.Setelah mendirikan Roma, Romulus mengizinkan semua laki-laki, baik manusia bebas ataupun budak, untuk datang dan menjadi warga Roma.Untuk menyediakan istri bagi warganya, Romulus menculik wanita-wanita kaum Sabin sehingga kerajaan Sabin memerangi Roma.Setelah berperang dengan kaun Sabin, Romulus berbagi gelar dengan raja Sabin, Titus Tatius.Pada masa pemerintahannya, Roma juga berperang dengan kerajaan Fidenate dan Veii.
Romulus memilih 100 orang bangsawan untuk membentuk senat sebagai dewan penasihat bagi raja.Setelah penggabungan dengan Sabin, Romulus menambah lagi 100 sebagai senat.Romulus membagi rakyatnya menjadi tiga puluh curiae (golongan), dinamai berdasarkan tiga puluh wanita Sabin yang berperan dalam menghentikan perang antara Romulus dan Titus Tatius.Pewakilan tiap Curiae berkumpul membentuk Dewan Curiata. Setelah kematiannya pada usia 54 tahun, Romulus dipuja sebagai Quirinus, dewa perang.[1]
2.      Numa Pompilius
Setelah kematian Romulus, terjadi masa interregnum selama satu tahun dimana 10 orang anggota senat terpilih memerintah sebagai interrex.Senat kemudian memilih Numa Pompilius, seorang Sabin, untuk menjadi raja berikutnya.Dia dipilih karena reputasinya sebagai orang yang adil dan beriman. Meskipun awalnya Numa tidak mau menerima jabatan kerajaan, ayahnya meyakinkannya untuk menerima posisi itu sebagai cara untuk melayani para dewa.
Masa pemerintahan Numa ditandai dengan perdamaian dan reformasi keagamaan.Numa membangun kuil Janus dan melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma.Numa kemudian menutup pintu kuil tersebut untuk menunjukkan keadaan damai. Numa juga banyak menetapkan dan mendirikan jabatan keagamaan di Roma, contohnya perawan vesta, Pontifex Maximus, Salii, flamine. Numa mereformasi kalender Romawi dengan menambahkan bulan Januari dan Februari sehingga totalnya menjadi 12 bulan.
Numa mengatur wilayah Roma menjadi distrik-distrik untuk menciptakan aministrasi yang lebih baik, membagi-bagi tanah kepada para penduduk, dan membentuk serikat dagang. Tradisi mengatakan bahwa pada masa pemerintahan Numa perisai Jupiter jatuh dari langit, dengan masa depan Roma tertulis di atasnya. Numa memerintahkan untuk membuat sebelas salinannya, yang kemudian dipuja sebagai benda suci oleh orang Romawi.Numa memerintah selama 43 tahun dan meninggal secara alami.[2]
3.      Tullus Hostilius
Tullus Hostilius adalah raja yang lebih suka berperang dibanding mengurusi masalah keagamaan.Pada masa pemerintahannya, Roma memusnahkan kerajaan Alba Longa dan mengambil seluruh penduduknya.
Dia juga berperang dengan kerajaan Fidenae, Veii, dan Sabin.Dia membangun tempat baru untuk senat, Curia Hostilia, yang bertahan sampai 500 tahun setelah kematiannya.Dalam suatu cerita, Tullus mengabaikan para dewa hingga akhirnya ia jatuh sakit. Tullus kemudian memanggil Jupiter dan memohon pertolongannya namun Jupiter membakar sang raja dengan petirnya. Tullus memerintah Roma selama 31 tahun.
4.      Ancus Marcius
Setelah kematian Tullus Hostilius yang misterius, senat Romawi memilih cucu Numa Pompilius, Ancus Marcius, sebagai raja.Seperti kakeknya, Ancus Marcius lebih suka perdamaian dan hanya berperang jika dia diserang.Dia melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma dan membuat mereka bersekutu dengan Roma.
Dia banyak membangun infrastruktur, seperti penjara pertama Roma, pelabuhan, dan pabrik garam.Dia juga membangun jembatan pertama yang melalui sungai Tiber.Setelah memimpin selama 25 tahun, Dia meninggal secara alami seperti kakeknya, menandai berakhirnya pemerintahan raja Latin-Sabin di Roma.
5.      Tarquinius Priscus
Tarquinius Priscus merupakan keturunan Etruska.Setelah pindah ke Roma, dia diadopsi oleh Ancus Marcius. Dalam masa pemerintahannya, dia memenangkan banyak peperangan melawan kerajaan lain dan membuat Roma memperoleh banyak harta rampasan perang.
Dia menambahkan 100 anggota dari suku Etruska ke dalam senat.Dia juga menambah jumlah tentara menjadi 6.000 infantri dan 600 kavaleri.Dia membangun kuil Jupiter, Circus Maximus (arena balap kereta kuda), mendirikan Forum Romawi, mengadakan kompetisi olahraga Romawi, dan memperkenalkan lambang militer Romawi.Setelah menjadi raja selama 25 tahun, dia dibunuh oleh anak kandung Ancus Marcius.
6.      Servius Tullius
Tarquinius Priscus digantikan oleh menantunya, Servius Tullius.Servius adalah raja Roma kedua yang merupakan keturunan Etruska.Servius mengadakan sensus penduduk pertama dan membagi-bagi penduduk Roma berdasarkan tingkat ekonominya dan wilayah geografisnya.
Dia mendirikan Dewan Centuria dan dewan Suku.Dia membangun kuil Diana dan tembok yang mengelilingi tujuh bukit di Roma.Dia memerintah selama 44 tahun kemudian dibunuh oleh putrinya (Tullia) dan menantunya (Tarquinius Superbus).
7.      Tarquinius Superbus
Tarquinius Superbus anak dari Tarquinius Priscus dan menantu Servius Tullius.Tarquinius Superbus juga adalah orang Etruska.Tidak seperti raja-raja sebelumnya, masa pemerintahan Tarquinius Superbus diisi dengan kekejaman dan teror sehingga rakyat memberontak padanya.
Kekuasaan Tarquinius Superbus berakhir pada 509 SM, sekaligus menandai berakhirnya pengaruh Etruska di Romawi dan pembentukan Republik. Sementara Tarquinius Superbus melarikan diri ke kota Tusculum dan kemudian ke Cumae, di mana ia meninggal dunia pada 496 SM.[3]
Peradaban Romawi Kuno
Kehidupan sosial bangsa Romawi
Kekaisaran Romawi sangat luas sehingga dihuni oleh orang yang berbeda-beda. Ada banyak cara hidup di Romawi.Ada beragam jenis keluarga di Kekaisaran Romawi.Secara umum, persamaan kedudukan pria dan wanita di bawah hukum Romawi agak lebih baik dibandingkan dengan hukum Yunani atau bahkan hukum Islam.Persamaan gender di Romawi lebih tinggi di daerah barat, seperti di Eropa dan Afrika Utara, daripada di daerah timur seperti di Asia Barat, yang meneruskan tradisi-tradisi Yunani.
Orang-orang dari ras dan budaya minoritas kemungkinan merasa lebih nyaman berada di bawah hukum Romawi. Ada banyak orang berbagai budaya dan suku yang berinteraksi di kekaisaran sehingga muncul toleransi yang tinggi terhadap budaya lain. Di pihak lain, hubungan ini kadangkala juga dapat meletus menjadi kekerasan terhadap kelompok minoritas.
Banyak orang yang menjadi budak di setiap penjuru kekaisaran, dari awal hingga akhir masa kekaisaran, namun lagi-lagi jenis perbudakan dan cara budak diperlakukan tergantung lokasi dan waktu saat itu. Di Italia dan Sisilia, dan mungkin juga di beberapa tempat lainnya, ladang yang luas diolah oleh budak-budak yang diperlakukan dengan buruk.Namun budak-budak lainnya menjadi pekerja di rumah, seperti misalnya menjadi pembantu, juru masak, pencuci, dan pengurus kandang.Jenis budak yang kedua diperlakukan lebih baik.Banyak juga budak yang dipekerjakan oleh pemerintah, atau oleh bisnis swasta, atau menjadi manajer, atau mengurus toko, atau di pabrik kecil.Budak-budak lainnya merupakan penjahat yang dihukum untuk bekerja di tambang atau kerja paksa lainnya. Bahkan jika merdeka, mantan budak tetap tidak memiliki hak yang sama seperti halnya orang lain.
Di seluruh kekaisaran, banyak anak lelaki di kota yang pergi bersekolah. Beberapa anak perempuan bersekolah, namun sebagian besar tidak diizinkan bersekolah.Di daerah pedesaan, jumlah anak yang bersekolah jauh lebih sedikit lagi.Yang belajar di perguruan tinggi juga sedikit, karena jaraknya yang jauh, misalnya di Athena atau di Alexandria.
Anak-anak Romawi memiliki banyak teman, baik di sekolah, keluarga, atau di lingkungan sekitar mereka.Akan tetapi, lelaki dan gadis dari keluarga kaya tidak diperbolehkan untuk saling mencintai dengan leluasa karena biasanya pernikahan dilakukan melalui perjodohan yang diatur oleh keluarga.Sementara untuk orang miskin, percintaan bisa lebih leluasa.
Sistem Kepercayaan Bangsa Romawi[4]
Ketika kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan masyarakat masih bersifat anisme. Apakah Anda masih ingat apa arti anisme? Anisme adalah kepercayaan dan pemujaan terhadap roh.
Bangsa Romawi memuja beberapa roh seperti:
  • Vesta yaitu roh pengurus api tungku
  • Lares yaitu roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga
  • Penates yaitu roh penjaga lumbung
peradaban Romawi juga mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk kepercayaan yang bersifat Polytheisme. Bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewa bangsa Yunani namun namanya disesuaikan dengan nama-nama Romawi.
Bagaimana perkembangan kepercayaan bangsa Romawi berikutnya? Setelah lahirnya agama kristen, ditanah Judea yang merupakan wilayah kekaisaran Romawi maka agama yang baru ini mulai berkembang bahkan sampai di Roma sebagai pusat pemerintahan. Penyebaran ke arah barat dilakukan oleh Petrus dan Paulus. Penganut agama kristen semakin banyak terutama dari golongan budak (kaum tertindas). Mengapa para kaisar Romawi lalu memerintahkan pasukannya untuk menindas penganut agama kristen? Karena ajaran agama kristen dapat menggoyahkan sendi-sendi kekuasaan kaisar. Ajaran tersebut adalah:
  1. bersifat monotheisme sedangkan agama Romawi bersifat polytheisme,
  2. menolak pendewaan kaisar,
  3. menolak perbudakan, dan
  4. menolak wajib militer dan berperang.
Berkaitan dengan kepercayaan itu berkembanglah bangunan pemujaan terhadap dewa-dewi seperti gedung Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi. Setelah agama kristen ditetapkan sebagai agama negara maka Roma kemudian menjadi pusat agama Roma Katolik dengan pemimpinnya yang disebut Paus serta dibangun gereja yang megah disebut gereja Santo Petrus.
Dari uraian mengenai kepercayaan Romawi di atas terdapat nama-nama dewa yang juga dipakai untuk nama-nama planet di jagat raya.
Peninggalan Budaya Romawi[5]
  1. Seni Bangunan:
Bangsa Romawi memiliki keahlian yang tinggi dalam bidang seni bangunan-mereka telah menemukan sistem beton sehingga bangunan-bangunan mereka bertahan beberapa abad dan dapat ditemukan bekas-bekasnya sekarang. Peninggalan bangunan-bangunan Romawi itu antara lain:
    • Puluhan kuil yang bertebaran di kota Roma
    • Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi.
    • Limes yaitu tembok pertahanan yang panjangnya puluhan kilometer, lebar 2,5 m dan tingginya 6 m
    • Amphiteater dan Colloseum yaitu bangunan berbentuk stadion yang dapat menampung ratusan ribu penonton. Bangunan itu berfungsi sebagai tempat untuk pertunjukan hiburan.
Baik kaisar maupun masyarakat Romawi pada umumnya menyenangi hiburan. Pertunjukan di Collosium itu antara lain Chairot yaitu kereta perang yang ditarik oleh beberapa ekor kuda, gladiator yaitu perkelahian antara manusia dengan manusia:
    • Circus Maximus untuk pertunjukan hiburan sirkus.
    • Forum Romanum yaitu gedung pemerintahan.
    • loaca Maxima adalah saluran pengairan untuk menyalurkan kelebihan air hujan yang hingga sekarang terpelihara dengan baik.
    • Aquaduk yaitu bangunan saluran air bersih. Bangunan fisik yang dibangun oleh Romawi memiliki multi fungsi contoh: jalan raya di atas untuk mempercepat gerakan tentara dari pusat ke daerah sedangkan di bawahnya untuk keperluan irigasi. Salah satu jalan raya yang kuat yaitu Via Apia yang masih terpelihara hingga sekarang.
      .
  1. Seni Sastra[6]
Pada awalnya perkembangan karya sastra Romawi mendapat pengaruh yang kuat dari Yunani namun berangsur-angsur karya sastranya menampakkan ciri khas Romawi.Selain penulisan buku Aeneis karangan Vergelius dan karya Yulius Caesar berjudul De Bello Gallica masih banyak karya sastra yang dihasilkan oleh para pujangga Romawi kuno. Antara lain:
    • Horatius dengan karyanya berjudul Oda
    • Livius, seorang sejarahwan yang menulis buku berjudul Magnum Opus
    • Lucretuis, seorang filsuf dan penyair. Yang mengembangkan ajaran filsuf Yunani terkenal yaitu Epi Curuc karyanya berjudul Hukum Alam ditulis dalam bentuk puisi yang mengupas materi itu terdiri dari atom.
    • Ovidius menghasilkan karya sastra berjudul Metamorphoses.
    • Cicero yang ahli pidato dan memperoleh gelar “Bapak Prosa Latin”.
    • Quintilianus, seorang Orator terkenal dan guru retotika karya utamanya berjudul Institutio Oratorio menjadi buku pelajaran baku pidato Latin.
    • Seneca seorang penulis dan pengacara, hasil karyanya disebut Dialog. Ia adalah guru kaisar Nero..
  1. Ilmu Pengetahuan[7]
Dalam bidang ilmu pengetahuan bangsa Romawi meneruskan pengetahuan yang telah berkembang pada jaman Yunani kuno. Diantara para ilmuwan Romawi antara lain Galen, ahli dalam bidang obat-obatan, anatomi, dan fisiologi. Lucretius yang mengikuti jejak Epicurus dan berpendapat materi itu terdiri dari atom.
Bangsa Romawi lebih menekankan segi kepraktisan, bukan teori semata.Sumbangan bangsa Romawi di bidang kedokteran dan obat-obatan sangat besar bagi dunia sekarang.Merka telah menggunakan radas kedokteran seperti pada gambar di atas.Radas kedokteran tersebut ditemukan di Pompeii, salah satu diantara 200 perkakas kedokteran untuk memeriksa bagian dalam ibu yang mengandung.Radas yang disebut spekulum ini menyerupai radas yang digunakan jaman sekarang.
Pada gambar 5.23 di atas adalah alat-alat bedah antara lain jepitan (Tweezer). Para dokter berhasil melakukan operasi gondok, amandel, dan batu ginjal. Para dokter berhasil menolong kelahiran seorang bayi yang tidak dapat dilahirkan secara normal yang disebut operasi caesar (disebut demikian karena pertama kali untuk melahirkan Yulius Caesar)
Banyak istilah-istilah kedokteran sekarang yang menggunakan bahasa Latin.Pendidikan sangat diperhatikan yang mengajarkan tentang hukum, bahasa, pengetahuan obat-obatan, berpidato, patriotisme dan pendidikan jasmani sehingga lahirlah istilah “mensana in corporesano”.Majunya peradaban Romawi juga dibuktikan melalui tata pemerintahan yang teratur, militer yang tangguh dan hukum yang mantap seperti yang dapat Anda pelajari berikut ini.
          Pemerintahan, Militer dan Hukum[8]
Tata pemerintahan Romawi tersusun rapi yang dijalankan dengan beberapa sendi sebagai berikut:
    • pemerintahan sentralisasi, berpusat pada kaisar.
    • pelaksanaan ketertiban dan keamanan secara ketat.
    • komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah terpelihara dengan baik didukung oleh jalan yang baik.
    • secara berurutan dari imperium-pretectur-dioceses-propinsi.
    • untuk mempertahankan kekuasaan atas wilayah yang sangat luas dirempuh siasat devide et impera yang kemudian banyak ditiru oleh bangsa-bangsa yang mempraktekkan penjajahan misalnya Belanda di Indonesia.
Bangsa Romawi mampu mengorganisir kekuatan militernya dengan rapi.Istilah-istilah yang digunakan itu masih dikenal dalam dunia militer hingga sekarang misalnya legiun, devisi, kavaleri, infantri dan lain-lain.Semangat bela negara yang disebut patria protesta ditanamkan sedini mungklin terhadap warga negaranya.Istilah tersebut berkembang menjadi kata patriot yang Anda kenal di Indonesia.
Di bidang hukum bangsa Romawi memberikan sumbangan yang besar dalam menegakkan keadilan. Konsep bahwa semua orang sama di depan hukum serta adanya asas praduga tak bersalah telah dikembangkan pada hukum Romawi kuno.
Hukum Romawi adil dan manusiawi. Hukum Romawi berkembang melalui proses sejarah yang panjang sejak pertengahan abad 5 SM sampai lahirnya kitab hukum jaman kaisar Yustinianus abad 6 masehi. Kaisar Yustinianus mengkodifikasikan (membukukan) hukum-hukum Romawi dari kaisar-kaisar yang memerintah sebelumnya.Kodifikasi hukum itu disebut Corpus Yuris atau Codex Yustinianus.Codex berisi kumpulan hukum dasar atau konstitusi 43 sejak jaman Theodosius.Selain Codex ada Pandect yaitu kumpulan pendapat para ahli hukum.
Codex Yustinianus dijadikan dasar penyusunan Codex Napoleon yang dikembangkan lebih lanjut menjadi hukum modern hingga sekarang.


  



[4]http://server.smansarbg.com/libsmansa/onnet3/onnet/content/sejarah5.htm
[5]http://server.smansarbg.com/libsmansa/onnet3/onnet/content/sejarah5.htm
[6]http://server.smansarbg.com/libsmansa/onnet3/onnet/content/sejarah5.htm
[7]http://server.smansarbg.com/libsmansa/onnet3/onnet/content/sejarah5.htm
[8]http://server.smansarbg.com/libsmansa/onnet3/onnet/content/sejarah5.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar